Rabu, 09 November 2011

Penyakit Hati

Hati (bahasa Arab Qalbu) adalah bagian yang sangat penting daripada manusia. Jika hati kita baik, maka baik pula seluruh amal kita:
Rasulullah saw. bersabda, “….Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Imam Al-Bukhari)
Sebaliknya, orang yang dalam hatinya ada penyakit, sulit menerima kebenaran dan akan mati dalam keadaan kafir.
“Orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya yang telah ada dan mereka mati dalam keadaan kafir.” [At Taubah 125]
Oleh karena itu penyakit hati jauh lebih berbahaya daripada penyakit fisik karena bisa mengakibatkan kesengsaraan di neraka yang abadi.

Muhammad The Messenger

SOSOK MUHAMMAD SEBAGAI MANUSIA BIASA
Sudah ratusan bahkan ribuan jilid buku yang ditulis tentang Rasulullah Muhammad SAW. Namun, umumnya buku-buku tesebut lebih banyak membicarakan Muhammad sebagai seorang Nabi dan Rasul terakhir yang diutus oleh Allah SWT kepada umat manusia untuk mengibarkan panji-panji Islam. Sebagian besar buku sejarah Islam hanya berputar-putar di sekitar kenabian, smukjizat, kerasulan, bukan tentang seorang manusia pembebas.

Masih relatif sedikit buku yang mengupas sosok Muhammad sebagai manusia biasa, bukan sebagai nabi. Di antara buku yang langka tersebut, buku karya Abdurrahman Asy Syarqawi ini merupakan salah satunya. Buku novel sejarah ini merupakan rekam jejak penuh kemuliaan Rasulullah SAW. Buku yang tampil dalam kemasan klasik ini akan membawa kita mengenal lebih jauh. Muhammad sebagai sosok langit yang tetap membumi: berjalan-jalan di pasar, makan,tertawa, menangis, dan menjadi pembebas kaum tertindas. mengungkap kisah seorang anak manusia yang memiliki kejernihan hati dan keluasan pikiran untuk menampung problematika kehidupan. Dia membawa ajaran yang mampu melahirkan peradaban laksana bunga yang berkembang dengan subur sehingga menjadi peradaban dunia yang mampu bertahan sepanjang abad. Tidak hanya itu, ajarannya memberikan dorongan  untuk senantiasa mengaraahkan manusia pada kemajuan serta membuka wawasan mengenai kehidupan manusia.

Jeanne d'Arc

Kepahlawanan

Jeanne ditugaskan untuk melakukan pengepungan terhadap Orléans oleh raja Charles VII sebagai upaya pembebasan kota tersebut. Ia menjadi terkenal karena berhasil mengakhiri pengepungan dalam tempo hanya sembilan hari. Kemenangan-kemenangan lain yang diperolehnya, akhirnya berhasil mengantar pemahkotaan Charles VII di Reims.
Setelah pemahkotaan tersebut, pasukannya mencoba operasi militer lanjutan, yang sayangnya kurang berhasil. Jeanne menolak untuk mundur bahkan ketika ia terluka sewaktu mencoba merebut Paris pada musim gugur tahun itu. Akibat intrik di istana, sejak saat itu ia hanya mendapatkan pasukan kecil, dan akhirnya ditangkap pada musim semi berikutnya pada pertempuran di Compiègne. Pengadilan berbau politis yang diadakan Inggris mendakwanya melakukan bidah (ajaran sesat). Penguasa setempat Inggris – John dari Bedford – memerintahkan untuk menghukum Jeanne dengan dibakar hidup-hidup di Rouen. Ia menjadi pahlawan bangsanya pada umur tujuh belas tahun, tapi wafat pada umur sembilan belas tahun.

 

Fakta Unik Perang Salib

Apa saja fakta-fakta yang ada dibalik Perang Salib tersebut?
  • Richard the Lion heart, yang terkenal sebagai Raja Inggris, dan konyolnya beliau tidak bisa bahasa inggris. Karena sejak kecil dia selalu berada di Prancis. Dia cuma numpang lahir di Inggris. Bahkan konon, beliau lebih mahir bahasa Arab daripada bahasa Inggris.
  • Raja Richard berada di Inggris dalam masa pemerintahannya hanya selama 11 bulan. Permaisurinya, Queen Berengaria of Navarre, malah tidak pernah ke Inggris sama sekali. Oleh karena itu Richard juga dikenal sebagai “The Absent King”.
  • Saking tidak percayanya dengan motivasi rekannya sesama ekspedisi perang salib, Raja Richard pernah mengatakan : “Saya lebih rela Yerusalem dipimpin oleh seorang Muslim yang bijak dan berjiwa ksatria daripada kota suci itu jatuh ketangan para baron Eropa yang hanya mengejar kekayaan pribadi”.
  • Pada suatu peristiwa di pertempuran di Jaffa, ketika pasukan kavaleri Tentara Salib merasakan kelelahan, Richard sendiri memimpin pasukan tombak melawan kaum Muslim. Saladin nyaris berada di sisinya dengan penuh kekaguman. Saat dia melihat kuda Richard terjatuh di bawahnya, seketika Sultan mengirimkan tukang kudanya ke medan pertempuran dengan dua ekor kuda yang masih segar untuk Raja Inggris yang berani itu.
  • Ada juga cerita mengenai Richard yang memasuki Yerusalem dengan menyamar dan makan malam bersama Saladin : mereka benar-benar saling bersikap ramah. Dalam rangkaian perbincangan, Richard bertanya kepada Sultan tentang bagaimana pandangannya mengenai Raja Inggris. Saladin menjawab bahwa Richard lebih mengunggulinya dalam sifat keberaniannya sebagai seorang ksatria, tapi kadang-kadang dia cenderung menyia-nyiakan sifatnya ini dengan terlalu gegabah dalam pertempuran. Sedangkan menurutnya Richard, Saladin terlalu moderat dalam memperkuat nilai-nilai keksatriaan, bahkan dalam pertempuran.
  • Ketika ada salah satu panglima perang Saladin memberontak, Richard membunuhnya dan menyerahkan kepalanya pada Saladin serta berkata, “Aku tidak ingin orang ini mengacaukan “permainan” kecil kita”. Dan keesokan harinya mereka bertempur sengit lagi.
  • Pernah dalam suatu pertempuran, Richard melihat bahwa pedang Saladin tumpul dan dia menghentikan perang hari itu untuk memberikan kesempatan agar Saladin mengasahnya.
  • Suatu hari, Richard sakit keras. Mendengar kabar itu, Saladin mengirimkan dokter terbaiknya untuk mengobati Richard. Kapan lagi kita bisa mendapatkan pemimpin kaum muslim yang memiliki akhlak seperti Saladin?
  • Orang Eropa pada awalnya menyebut orang Muslim sebagai Barbarian, tetapi akibat kontak yang intensif dari perang Salib, Lambat laun mereka menyadari bahwa yang barbar sesungguhnya adalah mereka. Jika ditilik dari tingginya peradaban budaya dan ilmu kaum Muslimin saat itu.
  • Menurut catatan sejarah, pada saat perang Salib, semua wanita dan pelacur di usir keluar dari kamp Crusaders. Seluruh Crusaders harus suci secara jasmaniah, bebas dari nafsu. Tapi ada satu grup wanita yg bebas keluar masuk camp Crusaders yaitu tukang cuci baju. Bahkan kalau satu grup tukang cuci mau bepergian antar kota, mereka dijaga oleh sepasukan Knight, dan dibuntuti pasukan infantri. Kalau iring-iringan ini diserang, keselamatan para tukang cuci ini no.1. Waktu ditawan pasukan muslim, para tukang cuci ini lebih dihormati daripada prajurit biasa. Sampai-sampai Richard The Lion Heart juga rela membayar ransum buat para tukang cuci itu.
  • Ketika Frederick Barbarossa (kakek kaisar Frederik II) meninggal pada ekspedisi perang salib III, banyak ksatrianya yang menganggap bahwa ini adalah kehendak Tuhan dan banyak yang bergabung dengan kaum muslim. Lalu yang tersisa membawa jasad Barbarossa menuju Yerusalem dengan anggapan nanti Barbarosa akan terlahir kembali.

Marie de Bourbon, Pangeran Wanita Soissons

Marie Marguerite de Bourbon lahir di Hôtel de Soissons, Paris, merupakan putri bungsu Charles, Pangeran Soissons dan istrinya Anne de Montafié. Di istana Louis XIII, Marie, sebagai anggota Istana Bourbon-Condé, menyandang ranking princesse du sang.
Pada tanggal 6 Januari 1625 Marie menikah dengan Thomas Francis, anak kesembilan Charles Emmanuel I, Adipati Savoy dan istrinya Infanta Catherine Michelle dari Spanyol. Direncanakan bahwa Thomas, sebagai putra penguasa yang memerintah, akan menyandang ranking pertama diantara princes étrangers di dalam istana Perancis—yang diambil bahkan sebelum bekas Istana Guise yang berkuasa, yang kekerabatannya dengan penguasa Adipati Lorraine lebih jauh.[1] Ia ditunjuk sebagai Guru Besar Perancis di istana raja, sementara menggantikan pemberontak Louis II de Bourbon, Pangeran Condé. Ia menangani tata bahasa yang dibedakan dan punggawa Claude Favre de Vaugelas sebagai guru untuk anak-anaknya.